Kenapa Kerja di Jakarta?

Standar

Sudah dua bulan saya bekerja di Jakarta, waktu terasa cepat apalagi dengan aktifitas berangkat dan pulang menggunakan kereta (Commuter) Sudirman-Bogor berangkat gelap pulang gelap, waktu 24 jam, 7 hari bahkan sebulan terasa cepat.

Tulisan iseng ini saya tulis karena saya telah memakan ucapan sendiri yang tadinya tidak mau sama sekali berurusan (bekerja) di Jakarta, mengingat tempat tinggal saya di Bogor yang bisa leluasa kapanpun pergi ke Jakarta rasanya tidak tertarik sama sekali yang saya lihat hanyalah kemacetan dimana-mana, sungai dan got yang bau, kasus kriminal di jalanan tinggi dan prasangka negatif lainnya mengenai Jakarta apalagi setelah saya melihat dan membandingkan Jakarta dengan Kuala Lumpur dan Singapura secara langsung.

Kenapa mau kerja di Jakarta

Saya heran setiap tahun terutama pasca lebaran (Idul Fitri) arus urbanisasi menuju Jakarta selalu tinggi, ada apa ini? kenapa semua orang ingin ke Jakarta? bahkan tanpa modal skill pun nekat pergi mencari peruntungan di Jakarta.

Pertanyaan terjawab ketika saya memutuskan mencari pekerjaan baru setelah resign sebagai staff IT di sebuah universitas di Bogor, mencoba berbagai bisnis yang ternyata belum berhasil juga.

Ok saya putuskan bekerja lagi, dan pasti harus sesuai bidang keahlian saya (IT).

Informasi lowongan kerja yang saya cari via situs di Internet banyak lowongan kerja yang tersedia di Jakarta, walaupun di Bogor juga ada tapi perbandingannya Jakarta jauh lebih banyak. Undangan interview pun saya terima dari beberapa perusahaan di Bogor dan Jakarta. Perbandingannya pun jauh dari segi kantor dan skala bisnis perusahaan.

Bekerja di Jakarta

Dalam 1 minggu saya terima 2 undangan interview di Jakarta namun karena perusahaan pertama memproses lamaran dan hasil interview dengan cepat akhirnya saya diterima di perusahaan pertama dan membatalkan interview dengan perusahaan kedua. Tugas pertama saya ditempatkan di client perusahaan (Kemendikbud) selama 4 bulan.

Yang jelas memiliki kualifikasi skill yang mumpuni menjadi hal yang penting untuk berjuang di ibu kota.

Ok akhirnya saya paham selama ini kan selalau cuek dan tidak peduli dengan Jakarta. Jakarta = Ibu Kota = pusat pemerintahan, pusat perputaran ekonomi dan bisnis, sehingga banyak perusahaan nasional ataupun internasional yang mendirikan kantor di Jakarta. Tentu saja semua perusahaan itu butuh karyawan, inilah yang menjadi magnet bagi sebagian besar pemuda pemudi diluar Jakarta untuk mengadu nasib di Jakarta.

Apa yang saya dapatkan

Merubah sudut pandang bahwa sesuatu tidak layak dipandang dari satu sisi saja seperti sudut pandang saya terhadap Jakarta sebelumnya hanya dari sisi negatif. Jakarta telah memberikan banyak harapan dan kehidpan bagi para pemuda pemudi Indonesia.

Bersyukur, tentu saja saya bersyukur bisa kembali bekerja dan mendapatkan gaji yang sesuai dengan kompetensi dan beban kerja.

Rasa lelah memang tidak dapat dihindarkan apalagi saya memutuskan bulak balik Jakarta Bogor dengan tidak menyewa kos/rumah. Namun inilah hidup segalanya patutut disyukuri melihat sesuatu dari sisi positif akan menambah rasa syukur dan semangat dalam hidup.

Tidak sedikit orang melakukan hal yang sama seperti saya bekerja dan tinggal di Bogor terbukti dengan selalu penuhnya kereta saat pagi dan sore, bahkan mungkin mereka telah jauh lebih lama melakukan hal itu dibandingkan saya yang hanya baru 2 bulan

Ke Jakarta aku kan kembali….

Walaupun apa yang kan terjadi….

– Koes Plus – 🙂 

Iklan

One thought on “Kenapa Kerja di Jakarta?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s